Ada cerita dibalik sekadar Kopi

Kopi Tuku dan Kenangannya

anzaritres
2 min readJul 3, 2024
photo from https://pin.it/1SOaCH29r

“Siapa sih yang ga tahu Kopi Tuku?”

Aku sendiri gatau sih sebenernya. Sampai akhirnya diajak kawan untuk coba dan beli. Awalnya aku kira yaa toko ini sama seperti toko kopi lainnya, sempet pengen cari toko lain karna antrean nya cukup panjang sampai keluar toko. Tapi karna kaki sudah lelah diajak jalan akhirnya kita berdiri untuk ikut antre.

Kata temanku, menu andalan yang wajib dicoba itu ‘Es Kopi Tetangga’. Kayaknya isinya kopi, susu, dan Gula Aren. Simple sih tapi kok bisa rasanya enak banget? Saat di-searching ternyata kopi tuku sudah banyak ditulis dalam berbagai artikel dan terkenal sebagai kedai yang menyediakan kopi dengan perpaduan gula aren.

Eh tapi, kenapa konsep dan main menunya dinamakan Kopi ‘Tetangga’? Apa karna kalau dinamain Kopi Rumah rasanya jadi biasa aja? apa karna ada istilah “Rumput Tetangga Lebih Hijau” jadi rasanya bakal terkesan lebih enak aja gitu.

Ternyata engga, dalam artikel disebutkan asal muasal nama ini karna racikan kopinya berasal dari usulan tetangga2 di Cipete. Konsep lokal tetangga juga diambil karna mulanya hanya dijual untuk tetangga tapi ternyata penjualan kian meningkat hingga kini bisa meraup 1000 lebih cup kopi dalam satu hari.

Oke perihal rasa kopi, konsistensi rasa, dan asal muasal toko ini sudah banyak di review di banyak artikel.

Tapi aku rasa ada sesuatu yang membuat toko ini makin banyak digandrungi anak muda.

Setelah diperhatikan ternyata toko ini ga sekadar menyediakan kopi tapi juga menyuguhkan ‘perasaan’ dan ‘kenangan’.

Terbukti saat masuk ke toko terdapat koleksi photo di dinding yang sengaja dipajang pengunjung untuk menyimpan kenangan.

foto by muthiaa

Kalau lihat langsung, pasti terasa gimana hangatnya photo² itu dan gimana memorablenya orang-orang dibalik foto itu. Ada yang se-geng, ada yang berdua, ada yang sendiri. Beberapa diantaranya dikasih caption yang makin memorable “Nanti ngumpul lagi ya” “lagi galau” “dari SMA blabla.”

contoh dari cabang lain by https://pin.it/MMwgtyTj5

Cukup terbayang kalau lagi kangen temen pasti balik kesitu.

Kalau lagi kangen mantan (eh) pasti balik kesitu lagi.

Kalau lagi kangen kerabat pasti kesitu lagi.

Jadi make sense kalau ‘perasaan’ dan ‘kenangan’ jadi daya tarik yang cukup kuat. Ga heran banyak juga toko yang pakai marketing serupa, trik yang entah dari kapan memang sudah ada.

Anyway terimakasih untuk hari ini Syafa, Nailah, dan Muthia sebagai tour guide tapi masih nyasar nyasar dikit wkwk.

Sign up to discover human stories that deepen your understanding of the world.

Free

Distraction-free reading. No ads.

Organize your knowledge with lists and highlights.

Tell your story. Find your audience.

Membership

Read member-only stories

Support writers you read most

Earn money for your writing

Listen to audio narrations

Read offline with the Medium app

--

--

anzaritres
anzaritres

Written by anzaritres

Enjoy your own remarkable ride 💥🤸🏻

No responses yet

Write a response